logo kabupaten sragen...

PEMERINTAH DESA KRIKILAN
KECAMATAN KALIJAMBE - KABUPATEN SRAGEN

 

 

.
Potensi Seni Budaya

 

Salah satu keunggulan sumber daya manusia di Desa Krikilan adalah berkembang pesatnya seni budaya asli di tengah masyarakat. Perkembangan seni budaya tersebut bahkan sudah diakui baik secara regional maupun nasional, terbukti dengan berbagai pengalaman kelompok seni budaya dalam kapasitasnya mewakili Desa Krikilan pada banyak kejuaraan dan menjadi penampil undangan dalam berbagai perhelatan.

 

SENI KARAWITAN di Desa Krikilan sudah berkembang sejak tahun 2000-an di Desa Krikilan, tepatnya di sebuah Sanggar Seni Sangir yang ada di Dusun Ngampon. Kelompok pelestari seni karawitan dan olah gamelan Jawa klasik ini beranggotakan seluruh elemen masyarakat di Dusun Ngampon, mulai ibu-ibu dan para anak-anak serta pemuda hingga para lansia.

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari Bahasa Jawa, gamel, yang berarti memukul, diikuti akhiran -an yang menjadikannya kata benda.

Keunikan dari Sanggar Seni Sangir adalah sering kali sanggar karawitan ini tidak ingin dibayar saat diundang untuk tampil, karena prinsip mereka adalah melestarikan budaya. Sanggar ini berlatih setiap hari Sabtu, dan sering menjadi lokasi jujukan bagi turis mancanegara dan akademisi yang ingin belajar kesenian tradisional Jawa di kawasan Sangiran.

 
Sanggar Sangir



 

 

 

lesung

 

SENI TABUH LESUNG, atau klothekan di Desa Krikilan merupakan salah satu warisan leluhur asli desa yang masih bertahan hingga saat ini, berkembang satu atap pada Sanggar Seni Sangir di Dusun Ngampon. Keunikan dari sanggar tabuh lesung ini adalah semua anggotanya merupakan ibu-ibu, bahkan hingga yang sudah berusia lanjut. Kesenian ini merupakan perpaduan antara seni musik tradisional (memukul/menabuh lesung) dengan seni drama. Lesung adalah alat tradisional untuk mengolah padi  menjadi beras. Fungsi alat ini memisahkan kulit gabah dari beras secara mekanik. Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm.

Pentas dialog dan adegan yang ditampilkan oleh para pemain akan diiringi oleh irama klothekan lesung yang dimainkan oleh para ibu-ibu tersebut. Irama yang dimainkan biasanya merupakan lagu-lagu tradisional Jawa, seperti Gugur Gunung, Ilir-Ilir, dan sebagainya. Kelompok klothekan ini bahkan pernah mewakili Kabupaten Sragen dalam perlombaan nasional di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta..

     

SENI HADRAH, yang merupakan salah satu alkulturasi kesenian lokal dan Timur Tengah, juga berkembang di Desa Krikilan. Dari segi bahasa, hadrah diambil dari kata hadhara–hadhratan yang berarti kehadiran, namun seringkali hadrah ini diartikan sebagai irama yang dihasilkan oleh bunyi rebana.Bertempat di kediaman Ibu Hj. Nurma di Dusun Ngampon, ibu-ibu dan anak-anak dari Dusun Ngampon khususnya berlatih hadrah satu minggu sekali. Kelompok hadrah ini sering pula mengisi acara peringatan hari besar Islam yang ada di Desa Krikilan dan sekitarnya.

SENI BARZANJI, yang berkembang di Dusun Kalijambe Kidul, Desa Krikilan, tepatnya di RT 02. Barzanji ialah suatu doa-doa, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan maulid Nabi Muhammad SAW. Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, yang disebutkan berturut-turut yaitu dari lahir hingga diangkat menjadi rasul. Di dalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

 


 

Sebelumnya

 

 

   
Selanjutnya

 

 



f

 

Hubungi Kami

Pemerintah Desa Krikilan

Jl. Sangiran Km. 4, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah
(Kode Pos 57275)
desakrikilan1@gmail.com


copyright © kkn uns surakarta periode v desa krikilan 2016
,


d